Selasa, 26 November 2013

Selingkuh Itu 'Indah'
Naksir orang lain saat Anda sudah memiliki pasangan? Semua itu perasaan yang wajar. Hal ini bahkan juga bisa muncul saat Anda sudah menikah dan hidup mapan bersama seorang suami. Yang bahaya tentu saja kalau Anda mewujudkan perasaan ini dengan melanjutkannya menjadi sebuah perselingkuhan.

CLEO akan memberi tahu Anda cara untuk menikmati perasaan ini tanpa harus terjebak dalam sebuah affair di dunia nyata. Here are ten reasons why they're good for you and why you should enjoy and stop worrying...

1.    Improve your sex life
Organ seksual terbesar terbesar manusia adalah otak. Naksir dengan seseorang membuat otak Anda selalu aktif. Bagusnya, ini bisa meningkatkan gairah cinta Anda. Everybody wants to feel sexy again. Tapi masalahnya hasrat seksual Anda biasanya menginginkan hal baru. Dan ini tidak mudah untuk diwujudkan jika Anda sudah hidup bersama pasangan selama bertahun-tahun. Nah, untuk itulah, mengagumi pria lain – yang berarti Anda tidak perlu bersikap obsesif dan serius -  bisa membuat hubungan Anda dan pasangan (secara fisik) tumbuh lagi. Tapi ingat ya, pasangan Anda tak perlu tahu soal ini. After all, it's not like you're really sleeping with someone else, is it?

2.    Membuat Anda selalu merasa muda
Apa yang lebih indah dibanding saat melihat senyum manis si dia yang sedang Anda taksir? Bahkan jika Anda tidak mengenal dan tidak pernah saling kontak fisik dengan pria itu, naksir pada seseorang membuat Anda merasa muda dan lebih hidup.

3.    Membuat Anda bersemangat
Meskipun Anda sudah memiliki pasangan dan – ehm, perasaan tertarik kepada ‘orang lain’ datang agak sedikit terlambat, tetap akan membuat Anda pasti lebih bersemangat. Bersemangat kerja, bersemangat tampil sebaik mungkin, pokoknya bersemangat hidup! Kalau semangat ini memberi efek positif bagi hidup Anda, mengapa Anda harus takut dengan perasaan ini?

4.    Membuat pasangan Anda bersemangat
Ini pasti Anda alami saat sedang naksir seseorang: Anda berusaha tampil lebih oke. Sebetulnya sih Anda tampil seperti itu gara-gara naksir seseorang, tapi pasangan Anda justru merasa perubahan itu dilakukan untuknya. But don't overdo it! Jika ia tahu Anda dandan untuk orang lain, hal ini bisa membangkitkan rasa cemburunya. Jadikan ini sebagai peringatan bagi pasangan Anda bahwa ia memiliki seorang pasangan yang masih menarik perhatian bagi banyak pria, jadi dia harus lebih ‘menjaga’ Anda dengan sangat hati-hati.

5.    Sebagai pembuktian
Anda mungkin sudah menikah, bertunangan, atau in a longterm relationship, tapi sangat penting untuk selalu diingat, ini bukan berarti hidup Anda menjadi datar! Tertarik pada orang lain menunjukkan kalau Anda masih hidup, in lovely way of course. Mengagumi pria lain sebetulnya tidak masalah, asalkan tidak membuat Anda seolah memiliki ijin untuk melakukan flirting. Semuanya itu hanya boleh berlangsung dalam pikiran saja.

6.    Membuat kerja menjadi lebih menyenangkan
Apa yang lebih menyenangkan dibanding naksir seseorang di tempat kerja? Hal ini bisa membangkitkan semangat Anda setiap pagi mulai dari bangun tidur, sarapan, sampai akhirnya cepat-cepat berangkat ke kantor. Then you see him and realize why!

7.    Berfantasi itu sehat dan perlu
Secara psikologis, berfantasi dalam hidup adalah hal yang baik. Manusia berfantasi untuk membuat hidup lebih menarik. Manusia butuh kesenangan supaya tidak bosan dengan rutinitas sehari-hari. Pada akhirnya, si pria impian ini bisa membuat Anda tidur nyenyak. Yah, anggap saja Anda sedang melatih kelincahan otak berimajinasi …

8.    Tidak akan ada rasa kecewa
Jika hanya ada dalam kepala, Anda bisa berfantasi apa saja soal hubungan ini. Dia akan tetap menjadi prince charming untuk selamanya, tanpa takut tiba-tiba berubah menjadi ‘pangeran kodok buruk rupa’.

9.    Bebas dari selingkuh
Affair dalam kepala Anda lebih aman dibanding selingkuh yang sebenarnya, kan? Asalkan tidak mempengaruhi sikap dan tindakan Anda kepada pasangan asli, tentunya berfantasi tentang pria lain ibaratnya seperti selingkuh tanpa rasa bersalah, tanpa rasa sakit, dan tanpa penyesalan. So, enjoy!

10.    Menikmati kembali masa muda tanpa rasa takut
Well, Anda bisa kembali lagi ke masa-masa itu, dalam kepala Anda tentunya – dan merasakan kembali indahnya masa muda tanpa perlu merasa takut. Dulu, jatuh cinta pada seseorang dan tahu tidak akan pernah mendapatkannya bisa membuat Anda sedih. Namun saat Anda dewasa seperti sekarang ini, Anda tahu betul apa yang Anda mau dan apa yang harus dilakukan!

Disiplin anak kurang?

Mendisiplinkan Anak merupakan sebuah tugas bagi orang tua yang tidak bisa di anggap mudah apalagi sepele. Tugas ini merupakan sebuah tugas berat bagi orang tua ketika anak telah tumbuh dewasa. Untuk itu sebaiknya kita biasakan medisiplinkan anak sedari dini sehingga ketika anak-anak kita sudah tumbuh kelak sudah terbiasa hidup sebagaimana apa yang telah diajarkan ketika kecil.
Karena kesibukan orang tua yang padat seringkali dalam hal-hal tertentu yang berkaitan dengan masalah anak-anak cenderung diserah terimaka pada seorang pembantu. Dan perlu kita sadari atau tidak latar belakang pembantu itu sendiri terkadang kita belum mengetahuinya apalagi dengan masalah pendidikan.
Di negeri kita cenderung pembantu berpendidikan rendah mungkin juga jarang ada yang mau jadi pembantu jika mereka berpendidikan setingkat mahasiswa. Meskipun tidak semua demikian akan tetapi bisa dibilang rata-rata.
Nah dari sini hendaknya kita bias berfikir dengan masalah komunikasi juga tingkat kedisiplinan anak ketika anak-anak kita berada pada orang yang tidak memahami dengan masalah kedisiplinan itu sendiri.
Jangan beranggapan anak masih kecil belum tahu apa-apa, entar kalau sudah dewasa juga tahu sendiri. Anggapan yang demikian merupakan sebuah kesalahan besar bagi orang tua. Sebenarnya sedari dalam kandungan anak-anak sudah di ajarkan berdisiplin meskipun kita sendiri tidak menyadarinya. Perlu di ingat juga berdisiplin baik waktu dan lainya merupakan sebagian dari masalah edukasi dini.
Sebetulnya bagaimana sich cara mendisiplinkan anak secara benar itu ? berikut ikuti dan simak selengkapnya :
1. Tegas
Jika Anda melarang anak-anak untuk tidak melakukan sesuatu, buatlah alasan-alasan yang masuk akal, dengan memberikan penjelasan dan bimbingan padanya. Anak jaman sekarang pasti tidak akan mau menerima alasan seperti, “Jangan duduk di depan pintu, pamali!” Atau, “Jangan main terlalu sore, nanti diculik Kalong Wewe!” Beritahu alasannya, kenapa dia tidak boleh duduk di depan pintu atau bermain sore-sore, menjelang malam.
2. Janganlah Plin Plan
Pada dasarnya, Si Kecil akan meniru apa yang orang dewasa lakukan. Begitu pun jika Anda dan pasangan bertindak plin-plan terhadap suatu keputusan. Misalnya, Anda tak setuju dia melompat-lompat di tempat tidur, sementara pasangan Anda membiarkannya. Hal ini hanya akan membuat dia bingung, akibatnya dia jadi mengabaikan ketidaksetujuan Anda. Jadi, buatlah kesepakatan keputusan dengan pasangan agar anak-anak jadi mudah dalam bersikap.
3. Kompromi
Anak-anak tak selalu bisa mengatasi dan membedakan antara persoalan yang besar dan kecil. Sesekali, berkompromi dan mengertilah diri mereka. Tindakan kompromi akan membuat anak-anak menjadi lebih mudah menghadapi persoalan yang lebih besar nantinya. Misalnya, jika dia lalai menengok ke kiri-kanan saat akan menyeberang jalan, lain kali dia tak akan begitu lagi. Jika Anda keberatan dengan sikapnya, nyatakan dengan jelas. Misalnya, “Berhentilah melempar-lempar mainanmu, Nak!” Tapi, jangan katakan, “Hei, mainannya jangan dilempar-lempar, dong!”
4. Beri Bimbingan
Jika anak Anda mengobrak-abrik buku dari lemari yang ada di ruang keluarga, katakan saja, “Maukah kamu berhenti ‘bermain’ buku? Baca saja, ya di kamarmu?” Jika dia tak memedulikan perkataan Anda, dengan cara yang lembut namun tegas, Anda bisa membimbingnya ke kamar dan katakan padanya, dia boleh kembali ke ruang keluarga jika mau mendengarkan kata-kata Anda.
5. Beri Peringatan
Jika anak tahu aturan yang telah Anda buat, pada usia tertentu, Anda hanya perlu bertanya padanya, ketika melakukan pelanggaran. Dia akan langsung merasa segan pada Anda, karena ada konsekuensi atau sangsi yang harus diterimanya segera, setelah pelanggaran dibuat. Jika Anda sudah terbiasa membuat batasan peringatan sampai hitungan 5, kali ini kurangi sampai hitungan ke 3, sehingga anak akan belajar untuk segera mengubah sikap setelah diberi peringatan.
6. Beri Alasan
Jika anak bermain-main dengan benda tajam, Anda tentu harus lebih berhati-hati memperingatinya. Terangkan dengan bahasa yang jelas dan sederhana, apa yang akan Anda lakukan dan sebutkan alasannya. Misalnya, “Mama simpan pisaunya ya, Sayang, nanti bisa melukai tanganmu!” Atau, “Mama minta kamu jangan main air ya, nanti lantainya menjadi licin dan bisa bikin kamu nanti terjatuh.”
7. Jangan Tunda Hukuman
Jika Anda ingin menghukum anak yang tidak disiplin, hukumlah segera setelah Anda tahu dia tidak disiplin. Jangan sampai Anda menunda memberi hukuman padanya. Sebab, anak-anak tidak akan mau menerima hukuman beruntun atau mengulangi kesalahan. Berilah hukuman yang mendidik, seperti menyapu lantai, merapikan tempat tidur, tidak main play station atau barbie, atau membersihkan kamar mandi.
8. Tetap Tenang
Marah sambil berteriak, membentak, atau menceramahi anak tanpa henti, akan membuat Anda menjadi orang yang melakukan tindak kekerasan verbal terhadap anak. Tindakan ini justru bisa merusak rasa penghargaan diri pada anak Anda. Akibatnya, anak jadi tidak memiliki rasa pede di ahdapan orangtuanya.
9. Bertekuk Lutut
Menunduklah saat berbicara pada Si Kecil, terutama saat memberi kritikan padanya. Tekuklah lutut Anda atau ambil posisi duduk di hadapnnya, agar pandangan mata Anda sejajar dengannya. Dengan sikap seperti ini, Anda tak perlu merasa khawatir akan kehilangan respek darinya. Justru sebaliknya, dia akan semakin menghormati dan menghargai Anda sebagai orangtua.
10. Jangan Ceramah
Ajaklah Si Kecil ngobrol dan berdiskusi, dari pada diceramahi panjang lebar. Meskipun tampaknya pernyataan ini tidak bernada keras, seperti, “Sudah berkali-kali Mama bilang …” Atau, “Setiap saat kamu kok …”, tetap memberi kesan seolah-olah dia ditakdirkan untuk selalu mengecewakan Anda, apapun yang dia perbuat.
Cobalah gulirkan pertanyaan-pertanyaan seperti, “Merokok, kan, enggak baik untuk anak-anak, ya?” Atau, “Apakah kamu suka jika temanmu mengganggu terus di sekolah, Nak?” Kritiklah sikapnya, jangan salahkan dirinya.
11. Tunjukkan Sikap Positif. Terlalu banyak waktu Anda yang terbuang jika hanya mengkritik sikap buruk Si Kecil. Sebaliknya, Anda jadi kekurangan waktu untuk memberinya pujian atas sikap positifnya. Ada kalanya, sesekali Anda perlu mengucapkan, “Mama senang, lho, lihat kamu membereskan mainan dan menyimpannya di tempat semula.”
12. Bermain Bersama
Jika sempat, tak ada salahnya Anda meluagkan waktu sebenatr dan ikut bermain-main denganyya. Buatlah permainan bernuansa perlombaan semacam “siapa cepat dia dapat.” Permainan ini akan melatih anak Anda bertindak cepat setelah ada aba-aba dari Anda, atau yang dia ucapkan sendiri.
13. Hindar Rasa Jengkel
Belajarlah untuk memaklumi hal-hal yang bisa memicu anak kesal dan jengkel. Umumnya, perasaan tidak nyaman ini dialami anak-anak saat dia sedang kelelahan, saat Anda terlalu menuntutnya berbuat lebih, saat dia lapar, dan saat dia sakit. Minimalisasi kondisi-kondisi yang membuatnya tidak nyaman ini untuk mengurangi kejengkelan pada anak.
14. Jangan Menampar!
Tamparan keras yang Anda berikan di wajahnya, akan berpengaruh buruk bagi diri anak, juga Anda. Anak yang pernah ditampar orangtuanya akan merasa lebih menderita, dari pada perasaan tidak dihargai atau depresi sekalipun. Tindakan ini pun sekaligus bisa mengajarkan, secara tidak langung pada anak, untuk menyelesaikan segala persoalan dengan cara kekerasan.
15. Jangan Menyuap
Jangan membiasakan memberi uang atau hadiah kepada anak saat Anda memintanya untuk mengerjakan atau melarang sesuatu. Kebiasaan seperti ini bisa membuat anak jadi tidak mau mengerjakan atau menghindari sesuatu, jika belum diberi uang atau hadiah.
16. Bersikap Dewasa
Bersenda gurau dengan cara melucu berlebihan, dengan menggigiti atau menarik-narik rambut anak Anda, untuk menunjukkan rasa sayang, merupakan tindakan yang salah. Bersikaplah sewajarnya, sebagai orang dewasa seperti menggenggam tangannya, memeluknya, atau memberi ciuman di kedua pipi atau kepalanya.
17. Hadapi Rengekan
Katakan kepada anak-anak untuk tidak merengek saat meminta sesuatu dan tegaskan pula, Anda tidak akan mengabulkan permintaannya jika disampaikan dengan cara merengek atau menangis. Kecuali, jika dia meminta sesuatu dengan sikap yang manis dan sopan.
18. Contoh Baik
Jika suatu kali anak Anda pernah memerogoki Anda sedang berdebat dengan pasangan tanpa menggunakan kekerasan, dia akan meniru sikap baik itu. Tapi, jika Anda dan pasangan bertengkar dengan saling menghina, memukul, atau berteriak, anak Anda akan meniru sikap-sikap buruk itu di kemudian hari.

Cara Mengatur Keuangan?

Cara Mengatur Keuangan ?

Cara Mengatur Keuangan. Problem dasar keuangan memanglah sering menjadi permasalah utama didalam kehidupan sehari-hari terutama bagi yang sudah berkeluarga. Tidak jarang kita akan kesulitan dalam mengatur keuangan dalam waktu sebulan baik untuk mengatur keuangan sendiri apalagi yang berkaitan dalam urusan rumah tangga. Bagaimana tidak, dalam mengatur keuangan pribadi saja kadang tidak sesuai bahkan bisa jadi habis di pertengahan bulan padahal kita belum mengalokasikan perencanaan lain, yang mungkin lebih penting ketimbang kebutuhan yang ada.
Dengan kebutuhan hidup yang semakin meningkat, di ikuti pula pola hidup konsumtif maka menejemen keuangan harus benar-benar diperhatikan, dengan memprioritaskan hal atau kebutuhan utama terlebih dahulu daripada kebutuhan lain yang bersifat sementara dalam jangka pendek. Jika dalam hal ini Anda menyepelekan sudah dipastikan keuangan dengan kondisi yang pas-pasan akan berantakan diluar jalur anggaran.
Bagi yang masih hidup sendiri alias bujangan mungkin tidak akan menjadi masalah dalam masalah keuangan, walaupun biaya hidup semakin hari bukannya semakin sedikit, akan tetapi tidak bisa di pungkiri, malah sebaliknya. Meskipun demikian mengatur keuangan dengan bijak dan cerdas merupakan keharusan yang mesti kita lakukan agar terbiasa setelah melampaui masa muda dan masuk dalam kancah kehidupan rumah tangga.
Tidak sedikit berawal dari masalah keuangan, kerap jadi pemucu ketidak harmonisan dalam berkeluarga, bukan saja dari pendapatan mereka yang pas-pasan namun bagi yang berpendapatan besar pun jika tidak pandai dalam menejemen keuangan maka akan bernasip serupa. Kondisi demikian akan diperburuk jika Anda bedomisili di kota dengan tingkat dasar kebutuhan yang jauh berbeda ketimbang kita bertempat tinggal di desa.
Di desa kita bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari yang menyangkut urusan perut atau makanan dan kebutuhan lain seperti air tidak harus membeli alias gratis, sedangkan dikota besar ? coba ada, tidak yang cuma-cuma, air juga sayuran harus membeli belum lagi kebutuhan lainnya.
Pada intinya sebenarnya tidak akan menjadi problem, baik dalam masalah keuangan juga yang lain, sendainya kita pandai dan terbiasa dalam memenejemen hal tersebut, baik masalah keuangan maupun juga dalan hal lainnya. tapi pola penerapnanya yang terkadang sulit dilakukan.
Nah, Jika selama ini kita tidak terbiasa dan masih sulit juga dalam menjalankan manajemen dalam masalah keuangan, ada baiknya silahkan simak hal-hal pokok yang perlu dilakukan berikut ini :
1. Pahami Portfolio Keuangan
Kita harus mengetahui berapa uang tabungan, uang bayar listrik, uang kebutuhan untuk makan setiap bulan, uang untuk bayar kartu kredit, dan juga lainnya.
2. Menabung
Sebaiknya uang yang kita dapat dari bekerja, langsung kita masukkan ke dalam tabungan. Contohnya 30 persen dari penghasilan harus ditabung. Jangan sampai kita berpikir seandaunya ada kelebihan keuangan baru kita menabung dari uang sisa kebutuhan kita. Hal ini tidak akan pernah berhasil.
Kita harus menabung terlebih dahulu, kemudian uang yang menjadi sisa tadi digunakan untuk memenuhi kebutuhan kita. Apabila rekening tabungan kita masih menjadi satu antara uang yang harus disimpan untuk masa depan dan untuk kebutuhan sehari-sehari maka akan lebih baik dipisahkan saja. Bukalah rekening tabungan sendiri-sendiri. Jadi, kita tidak akan mengganggu keuangan yang harus kita simpan untuk keperluan masa depan atau hal yang bersifat mendadak lainnya.
3. Budgeting
Penganggaran sangat penting untuk mengatur keuangan kita. Rencanakan semua pengeluaran secara objektif, tidak usah terlalu ideal hingga kebutuhan salon, liburan, dan lainnya harus di cut. Tapi memang yang paling utama adalah rencanakan keuangan untuk yang benar-benar menjadi kebutuhan bukan cuma sekedar keinginan.
4. Mencatat Pengeluaran
Mencatat pengeluaran bisa membantu kita untuk melihat lagi pengeluaran-pengeluaran kita. Ini bisa menjadi bahan untuk pengeluaran besoknya. Apabila pengeluaran hari ini ternyata melebihi anggaran, maka pengeluaran kemudian hari harus bisa lebih disesuaikan lagi.
5. Hindari Hutang
Sebisa mungkin kita harus menghindari kebiasanan pola hidup dengan ketergantungan dengan hutang. Jalani hidup sesuai kemampuan yang ada jangan yang lebih dari kemampuan kita. Kartu kredit dan cara berhutang lainnya harus betul-betul di hentikan. Apalagi kartu kredit untuk kegiatan konsumtif harus segera di tinggalkan.
         6. Investasi
         Cara Mengatur Keuangan yang satu ini juga harus dilakukan untuk masa depan yang lebih 
         baik   lagi. Saat ini banyak sekali jasa-jasa perusahaan yang menawarkan investasi.
         Konsultasikan keinginan anda untuk berinvestasi dengan orang yang berada sesuai di bidang
         tersebut agar investasi Anda.

Kamis, 19 September 2013

KENAPA BERDIAM


Mengapakah Lelaki Suka Mendiamkan Diri Apabila Menghadapi Masalah?


Pernahkah pasangan anda tiba-tiba mendiamkan diri dan tidak mau berbicara dengan anda?
Apabila anda tanya adakah si dia sedang mempunyai masalah, si dia akan cepat mengatakan tidak dan terus mendiamkan diri. Dan yang membuatkan anda risau, si dia langsung tidak mau angkat call atau membalas SMS anda.
Saya percaya ramai wanita di luar sana tidak faham kenapa lelaki bersikap sedemikian. Tiba-tiba si dia boleh berubah dan mendiamkan diri tidak mau berbicara dengan anda. Pelik bukan?
Kerana itu sikap seorang lelaki
Tetapi, itulah sikap seorang lelaki. Apabila mereka menghadapi masalah, mereka akan menjauhkan diri supaya tidak diganggu. Mereka akan mengambil masa untuk memikirkan bagaimanakah caranya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Mereka akan selidik cara-cara yang terbaik supaya masalah tersebut dapat diselesaikan dengan sempurna.
Apabila mereka menyendiri, mereka tidak suka diganggu. Jadi apabila anda keep on asking the same question, mereka akan merasa tertekan. Ini membuatkan mereka semakin menjauhkan diri daripada anda.
Saya ada ceritakan lebih detail dalam ebook Rahsia Memahami Pasangan Anda.
Anda perlu ingat, cara yang diambil oleh lelaki untuk menyelesaikan masalah adalah berbeda dengan cara yang diambil oleh wanita. Lelaki akan lebih mendiamkan diri ketika menghadapi masalah.
Tetapi wanita pula akan lebih suka berkongsikan masalah dengan bercerita masalah tersebut kepada orang lain. Jadi apabila mereka melihat si dia sedang menghadapi masalah, mereka akan mencoba memaksa pasangan mereka untuk berkongsikan masalah tersebut (seperti wanita). Ini adalah berbeda sama sekali dengan sikap seorang lelaki kerana lelaki tidak menyelesaikan masalah dengan cara sebegitu.
Apa yang perlu anda lakukan?
Sekiranya anda memerasakan si dia sedang kusut, menyendiri, dan menghadapi masalah, tanyalah adakah si dia memerlukan masa untuk menyendiri buat seketika. Jika si dia mengatakan ya, maka berikanlah si dia masa seperti yang diminta. Tetapi jika si dia menggelengkan kepala, anda berikan juga masa tersebut kepadanya buat sementara (kerana lelaki mempunyai ego yang tinggi).
Berikan si dia masa untuk sendirian. Jangan ganggu hidupnya sehingga si dia dapat menyelesaikan masalah tersebut. Lagi kurang anda mengganggunya, lagi cepat masalah tersebut dapat diselesaikan. Dan lagi cepat juga anda dapat kembali bersama dengannya semula.
Dulupun tidak faham kenapa saya mendiamkan diri apabila menghadapi masalah. Tetapi selepas saya terangkan kepada beliau kenapa saya jadi sebegini, kenapa saya jadi sebegitu, barulah beliau faham sebabnya. Dan kini beliau akan memberikan saya ruang dan masa untuk bersendirian ketika saya memerlukannya. (thanks dear~)
Mudah-mudahan dengan artikel ini dapatlah anda memahami kenapa lelaki akan suka mendiamkan diri apabila mereka menghadapi masalah. Janganlah salahkan mereka kerana itu memang sikap seorang lelaki. Ingatlah, salah satu tips dalam berpasangan adalah saling memahami. Fahamilah sikap pasangan anda agar sama-sama dapat membina percintaan yang bahagia selamanya.

Selasa, 10 September 2013

KOMITMEN

MENGAPA HARUS ADA KOMITMEN DALAM HUBUNGAN CINTA

Cinta adalah sebentuk emosi. Sebagaimana bentuk emosi lain, sulit untuk bisa bertahan sangat lama. Hal ini karena pertumbuhan dan perkembangan emosi, seperti juga pada tingkah laku lainnya, ditentukan oleh proses pematangan dan proses pembelajaran. Padahal orang selalu berharap untuk memiliki CINTA selamanya.

Sedangkan komitmen adalah suatu janji pada diri kita sendiri ataupun orang lain yang tercermin dalam tindakan kita. Oleh karena itu, janji harus dipertahankan sampai akhir. Setiap orang dari kecil sampai dewasa pastilah pernah membuat komitmen, meskipun terkadang komitmen itu seringkali tidak diucapkan dengan kata-kata. Seiring bertambahnya usia seseorang, maka komitmen yang ada semakin berkembang dalam penerapannya. Lalu apa saja komitmen yang semakin berkembang itu? Bagaimana penerapan komitmen dalam kehidupan kita, terkhusus dalam hubungan cinta.
Dalam diri Kita pasti memiliki sebuah visi yang rindu untuk dibawa kedalam kehidupan. Ini visi yang layak untuk kita berkomitmen penuh. Komitmen terhadap visi kita yang paling mendalam adalah tidak mudah, dan akan meminta banyak hal dari anda.

Hal lain yang perlu dipupuk dalam sebuah komitmen adalah kepercayaan. Kepercayaan adalah ungkapan cinta yang utuh. Dengan sikap saling percaya, kita dan pasangan kita dapat menciptakan iklim yang baik bagi tumbuhnya benih-benih CINTA.

Hubungan "soul mate",atau juga pacaran pada dasarnya membutuhkan beberapa elemen ini. Namun, elemen-elemen tersebut muncul tahap demi tahap. Tidak berarti ketertarikan fisik akan hilang ketika kita memasuki hubungan yang lebih dalam, namun hal itu akan berubah. Kita tidak lagi mengalami perasaan yang meluap-luap, atau berbunga-bunga, begitu kita menjalani hubungan yang berangkat dari komitmen. Meskipun begitu, dalam hubungan yang sehat pun kita tetap dapat merasakan momen yang intens tersebut. Misalnya, ketika kita merasa ada yang kurang dalam diri kita ketika sang kekasih tidak lagi mengunjungi kita mungkin karena sibuk dengan pekerjaan atau kuliah, ataupun memberi perhatian sebagaimana biasanya. Yang kita rasakan bukan sekadar kangen, tetapi kita merasa ada sebagian diri kita yang hilang, atau tidak lengkap. Demikian pula yang dirasakan oleh pasangan terhadap kita.
Atau juga kita bersama pasangan berkomitmen hal-hal yang merupakan ungkapan secara fisik, mengapa tidak ? Namun pada rel-rel yang benar.

Komitmen dalam hubungan asmara/berpacaran juga berarti mengorbankan diri kita sendiri. Hal ini, adalah merupakan sebuah bentuk pengendalian. Kita ingin mengendalikan bagaimana orang lain merasa atau mempunyai kesan tentang kita dengan melakukan apa yang mereka ingin kita lakukan. Ketika kita melakukan apa yang orang lain ingin kita lakukan dalam hal mengasihi, tanpa persetujuan mereka, kita akan merasa baik. Namun ketika kita mengorbankan diri kita karena kita takut terhadap kemarahan atau pemutusan hubungan oleh pasangan kita, kita akan merasa terjebak dan tertolak. Untuk berada dalam hubungan yang berkomitmen, komitmen pertama yang perlu kita lakukan adalah komitmen kepada diri kita sendiri, jujur pada diri sendiri, integritas, dan kebebasan. Belajar untuk mengasihi diri sendiri adalah kunci untuk menyembuhkan ketakutan akan komitmen. Saat kita mengasihi diri sendiri, kita akan diisi dengan cinta dan anda akan mempunyai lebih banyak cinta untuk dibagikan kepada pasangan anda!

10 Langkah dalam Menjaga Komitmen dalam berpacaran : Jurnalnet.com (Jakarta)

Membuat komitmen, termasuk komitmen merajut kasih dengan pasangan kita, rasanya bukan hal yang sulit. Bahkan, bisa dibilang, semudah menelan seteguk air. Yang susah adalah menjaga komitmen tersebut agar tetap berada pada jalurnya. Menjaga agar Anda berdua tidak mencederai komitmen yang sudah dibuat.

Sering sekali kita lihat, orang dengan gampang membuat komitmen. Namun, tak sedikit di antara mereka yang mengingkari komitmen yang sudah mereka buat, yang berujung pada retaknya hubungan, bahkan perceraian (dalam hidup perkawian )Jadi, soal penting yang harus kita hadapi adalah menjaga komitmen yang sudah kita buat.
Bagaimana caranya?

1. Jujur pada pasangan

Kejujuran merupakan langkah awal dalam menjalin hubungan dan menjaga komitmen. Dengan kejujuran, kita memiliki tanggung jawab moral untuk selalu menjaga komitmen yang sudah kita buat. Sebaliknya, kebohongan hanya akan mencederai komitmen. Yang juga harus dijaga adalah sikap apa adanya. Jangan berlebihan dalam segala hal, supaya komitmen tidak terlanggar. Menutup-nutupi dan melebih-lebihkan suatu kebenaran juga akan mengganggu komitmen. Langkah ideal yang perlu kita lakukan adalah bersikap jujur dan apa adanya terhadap pasangan. Sikap ini akan membawa kita pada hubungan yang harmonis dan suasana penuh kebahagiaan, sehingga hubungan kita tetap utuh.

2. Sabar

Bagaimana kita bisa menjaga komitmen jika emosi kita gampang tersulut, bahkan oleh kabar yang belum jelas, misalnya? Oleh karena itu, bersikap sabar sangat penting untuk mempertahankan komitmen. Orang yang mudah emosi saat menghadapi masalah, cenderung untuk juga mudah menghancurkan komitmen yang telah dibuat.

Oleh karena itu, terimalah setiap kejadian, baik menyenangkan maupun tidak, dengan hati lapang. Jadikan itu semua sebagai pelajaran hidup. Ingat, kesabaran sangat menentukan utuhnya komitmen kita dan pasangan dalam membina keharmonisan hubungan.

3. Saling memberi perhatian

Perhatian yang tulus akan menjadi inspirasi bagi kita untuk terus menjaga komitmen. Mungkin banyak godaan yang muncul di sekitar kita. Misalnya, godaan untuk berbagi perhatian dengan pria lain, atau wanita lain. Godaan semacam inilah yang akan menghancurkan komitmen yang sudah dibuat dengan pasangan.

Satu-satunya jalan untuk menghindari godaan semacam ini adalah dengan saling memberi perhatian pada pasangan. Tentu, perhatian yang memang tulus dari lubuk hati, bukan perhatian yang penuh kedok. Anggaplah pasangan sebagai orang yang sangat berarti dalam hidup kita. Ingatlah selalu bahwa dia adalah orang terbaik yang kita miliki untuk bersama-sama menjalani hidup. Dengan sikap seperti ini, komitmen untuk menjaga hubungan akan tetap terjaga dan kita dapat memasuki jenjang perkawinan dengan kebahagiaan.

4. Bertanggungjawab terhadap komitmen

Komitmen tentu butuh tanggungjawab. Cobalah untuk tidak bersikap seenaknya, namun jangan pula ada paksaan dalam hal membuat komitmen. Komitmen harus dibuat berdasarkan kesadaran penuh kedua pihak.

Jika ini bisa terwujud, maka kita pasti akan dengan sepenuh hati bertanggungjawab menjalankan komitmen demi kelangsungan hubungan. kita dapat menjaga tanggung jawab, misalnya, dengan menghargai pasangan kita. Jika kita tidak mau dilukai, maka jangan lukai pasangan dengan mengingkari komitmen yang telah dibuat. Inilah tanggung jawab yang harus kita junjung tinggi.

5. Mental pun perlu disiapkan

Seringkali, komitmen harus dibuat dengan sejumlah risiko. Tak pelak, mental kita pun harus disiapkan demi mengantisipasi hal-hal yang mungkin tak pernah terlintas dalam benak Anda. Misalnya, Kita menemukan bahwa pasangan ternyata masih saja suka pada hobi lamanya yang sangat menyita waktu, sementara kita sudah berkomitmen untuk tidak mengutak-atik kebiasaan pasangan. Atau kita masing-masing sudah tau kebiasaan buruk pasangan tetapi bukannya sama-sama memperbaiki tetapi saling menyalahkan sampai pada perbedaan pandangan atau prinsip yang sebenarnya dari awal hubungan telah diketahui.

Untuk itu, dalam membuat komitmen, kita juga harus menyiapkan mental agar tidak terkaget-kaget ketika berjumpa dengan sejumlah risiko. Dengan mental yang kuat, komitmen pun akan semakin kuat. Jalinan asmara pun akan tetap terjaga dan harmonis. Tanpa mental yang oke, bisa-bisa komitmen tidak akan lama bertahan, dan ini berarti hubungan terancam.

Sebaiknya, sebelum benar-benar siap mental, jangan buat komitmen apa pun. Jangan cederai diri kita sendiri dan pasangan dengan komitmen yang rapuh. Hanya dengan kesiapan mental, komitmen merajut hubungan akan berjalan lancar hingga memasuki jenjang perkawinan.

6. Berani berkorban

Membuat komitmen seringkali harus mengorbankan keinginan pribadi. Kita harus berani berkorban bila ingin membuat komitmen dengan seseorang, termasuk dengan pasangan hidup. Komitmen untuk menikah, membawa konsekuensi untuk tak lagi asyik dengan masa lalu. Komitmen untuk menikah menuntut kita untuk lebih banyak menghabiskan waktu untuk keluarga. Teman-teman dan masa lalu mungkin tak lagi menjadi prioritas. Jadi, berani berkorban untuk sebuah komitmen itu penting. Juga, memfokuskan pada komitmen yang telah dibuat dengan mengorbankan beberapa hal yang dulu kita miliki.

7. Bikin perencanaan yang matang

Setelah membuat komitmen, tentu kita tak bisa hanya berdiam diri. Kita harus segera membuat rencana matang, apa saja yang hendak kita lakukan bersama pasangan. Bertanyalah pada diri sendiri, "Setelah ini apa yang harus aku lakukan?" Pertanyaan inilah yang akan menuntun kita ke langkah-langkah yang jelas. Ada arah yang harus kita dan pasangan tuju, dan ini harus direncanakan dengan matang.

Jangan biarkan komitmen kita kosong, tidak jelas dan tidak memiliki arah serta tujuan. Dengan perencanaan, kita akan tetap selalu menjaga komitmen, karena begitu kita mengingkari komitmen, perencanaan pun akan buyar dan tujuan hidup berdua tak akan tercapai. Jadi, salah satu jalan menjaga komitmen adalah perlunya memiliki perencanaan yang matang.

8. Pentingnya komitmen tanpa syarat

Komitmen akan langgeng bila kita membuatnya tanpa melibatkan syarat apa pun, kecuali cinta dan harapan. Bila komitmen kita hanya ingin meraih kepentingan atau ambisi pribadi, tak usah heran jika komitmen kita akan cepat pudar. Hubungan pun akan hambar dan bisa-bisa tak akan bertahan lama.

Jadi, lepaskan dulu nafsu-nafsu merusak dalam diri kita sebelum membuat komitmen. Anggap pasangan sebagai pribadi yang perlu dihargai. Jalinan kasih tanpa syarat dengan komitmen yang tulus akan membuat hidup kita berdua lebih enjoy. Tidak ada beban yang perlu dikhawatirkan.

9. Jaga sikap baik

Menjaga komitmen juga berarti menjaga sikap. Jadi, kembangkan sikap-sikap yang baik dan tepislah sikap-sikap yang merusak. Jangan kotori komitmen dengan sikap yang buruk, misalnya gampang curiga, tidak percaya pada pasangan, atau ingin selalu menang sendiri. Sebaliknya, cobalah untuk bersikap menyenangkan, misalnya ramah, berbaik sangka, dan jujur kepada pasangan. Sikap positif itu harus terus kita jaga demi komitmen pada pasangan hidup.

Tak mudah memang menjaga hal-hal yang baik, sesulit kita menjaga komitmen. Namun, dengan sikap yang kita punya, yakinlah bahwa kita akan mampu. Mungkin dengan sedikit kerja keras dan kesabaran, sikap kita akan tetap terjaga dan komitmen juga akan aman-aman.

10. Cari terus inspirasi

Komitmen akan semakin kuat bila kita rajin mencari inspirasi untuk mencipta hidup berdua yang lebih baik. Kita dapat mempelajari pengalaman hidup orang lain, bisa pula dengan menonton film atau membaca buku. Dari situ, kita dapat memetik hikmah yang diberikan untuk selalu menginspirasi kita dalam menjaga komitmen. Pengalaman hidup yang tertuang dalam buku atau cerita film, misalnya, akan membantu meneguhkan komitmen dengan pasangan.

Lebih baik lagi, pelajarilah pengalaman orang lain yang jatuh bangun mempertahankan komitmennya. Ini akan dapat mempertebal semangat kita dalam menjaga komitmen dengan pasangan. Carilah inspirasi sebanyak mungkin, agar kita dapat menjaga komitmen demi keharmonisan hubungan dengan pasangan.

Apabila kita, yang menjalin hubungan bukan hanya semata-mata rasa suka, cinta dan tertarik secara fisik maka Komitmen dalam menjalin hubungan berpacaran sangatlah perlu.
Janganlah membuat komitmen selagi hubungan kita masih tahap memilih atau coba-coba, karena akibatnya dapat kita rasakan sendiri.

Semoga Komitmen kami berdua berjalan mulus sebagaimana yang kami harapkan.

Kamis, 11 April 2013

STRES WHY NOT

Cara menghilangkan stress dengan mudah :

  1. Perbanyaklah berdzikir dan berdoa, memohonlah kepada-Nya agar diberikan jalan keluar terbaik dari masalah yang kita hadapi. Memintalah kepada-Nya  dengan segala kerendahan hati karena Tuhanlah sebaik-baiknya pemberi jalan keluar
  2. Milikilah pandangan positif terhadap diri anda dan berupaya menahan diri dari pikiran negatif sehingga akan membantu untuk berpikir jernih dan objektif  dalam mengambil keputusan dan bergaullah dengan orang-orang yang berfikir positif
  3. Istirahat yang cukup jangan sampai ada kekurangan tidur karena denga tidur yang cukup akan membantu Anda merasa segar dan menjadi produktif terhadap pekerjaan Anda dan tanggung jawab. Ini akan membantu membersihkan pikiran dan objektif  dalam menganalisa sebuah masalah.
  4. Cobalah untuk relaksasi dengan melakukan hobby anda seperti mendengar musik, menonton film, membaca, melukis, bercanda dengan teman-teman dan apapun yang dapat membantu menenangkan anda dan memberi suasana hati yang kondusif.
  5. Cobalah untuk berbagi pemikiran dengan orang-orang yang anda percayai (curhat gitu lho) yang netral dalam melihat permasalahan sehingga anda dapat mendapatkan saran, nasehat yang orisinil tanpa tanpa dipengaruhi ego dan kepentingan
  6. Rendah hatilah dan jujurlah pada diri anda sendiri agar anda dapat dengan mudah melihat kesalahan yang telah anda lakukan sehingga dapat mengevaluasi diri untuk mengambil langkah yang lebih baik dari sebelumnya.
  7. Jika anda terpaksa berada dalam kondisi yang dapat membuat anda emosi dan marah sebaiknya anda diam, mengatur nafas daripada anda berbicara dalam keadaan emosi. Ingat .. Kondisi emosi akan membuat lidah bergerak lebih cepat dari otak sehingga memungkinkan anda berbicara diluar kontrol dan menambah masalah-masalah baru disekitar anda yang pada akhirnya akan menambah beban stress anda.
  8. Nih yang terakhir dan paling mudah bikin hidupmu lebih hidup tanpa harus mengganggu kehidupan orang lain apalagi sampai merugikan yang lainnya.

Selasa, 12 Maret 2013

GUA PINDUL

Petualangan Mengarungi Sungai Bawah Tanah yang Sarat Kisah

Menyusuri sungai menggunakan perahu karet merupakan hal yang biasa, namun jika sungai itu mengalir di dalam gua tentu saja akan menjadi petualangan yang mengasyikkan sekaligus menegangkan. Gua Pindul, salah satu gua yang merupakan rangkaian dari 7 gua dengan aliran sungai bawah tanah yang ada di Desa Bejiharjo, Karangmojo, menawarkan sensasi petualangan tersebut. Selama kurang lebih 45 - 60 menit wisatawan akan diajak menyusuri sungai di gelapnya perut bumi sepanjang 300 m menggunakan ban pelampung. Petualangan yang memadukan aktivitas body rafting dan caving ini dikenal dengan istilah cave tubing.
Tidak diperlukan persiapan khusus untuk melakukan cave tubing di Gua Pindul. Peralatan yang dibutuhkan hanyalah ban pelampung, life vest, serta head lamp yang semuanya sudah disediakan oleh pengelola. Aliran sungai yang sangat tenang menjadikan aktivitas ini aman dilakukan oleh siapapun, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Waktu terbaik untuk cave tubing di Gua Pindul adalah pagi hari sekitar pukul 09.00 atau 10.00 WIB. Selain karena airnya tidak terlalu dingin, jika cuaca sedang cerah pada jam-jam tersebut akan muncul cahaya surga yang berasal dari sinar matahari yang menerobos masuk melewati celah besar di atap gua.
Sambil merasakan dinginnya air sungai yang membelai tubuh di tengah gua yang minim pencahayaan, seorang pemandu bercerita tentang asal-usul penamaan Gua Pindul. Menurut legenda yang dipercayai masyarakat dan dikisahkan turun temurun, nama Gua Pindul dan gua-gua lain yang ada di Bejiharjo tak bisa dipisahkan dari cerita pengembaraan Joko Singlulung mencari ayahnya. Setelah menjelajahi hutan lebat, gunung, dan sungai, Joko Singlulung pun memasuki gua-gua yang ada di Bejiharjo. Saat masuk ke salah satu gua mendadak Joko Singlulung terbentur batu, sehingga gua tersebut dinamakan Gua Pindul yang berasal dari kata pipi gebendul.
Selain menceritakan tentang legenda Gua Pindul, pemandu pun akan menjelaskan ornamen yang ditemui di sepanjang pengarungan. Di gua ini terdapat beberapa ornamen cantik seperti batu kristal, moonmilk, serta stalaktit dan stalagmit yang indah. Sebuah pilar raksasa yang terbentuk dari proses pertemuan stalaktit dan stalagmit yang usianya mencapai ribuan tahun menghadang di depan. Di beberapa bagian atap gua juga terdapat lukisan alami yang diciptakan oleh kelelawar penghuni gua. Di tengah gua terdapat satu tempat yang menyerupai kolam besar dan biasanya dijadikan tempat beristirahat sejenak sehingga wisatawan dapat berenang atau terjun dari ketinggian. Tatkala YogYES masih menikmati indahnya ornamen gua di sela bunyi kepak kelelawar dan kecipak air, mendadak pengarungan sudah sampai di mulut keluar gua. Bendungan Banyumoto yang dibangun sejak jaman Belanda dengan latar belakang perbukitan karst pun menyambut.
Tarif: Rp 30.000 (minimal 5 orang).
Fasilitas: Perlengkapan cave tubing, pemandu, kudapan setelah pengarungan.
Jam Buka: Senin - Minggu (pk 08.00 - 16.00 WIB).